Eko Wisata

Perusahaan Tour and Travel Diwajibkan Memperkenalkan Paket Ekowisata Kepada Wisatawan

Eko Wisata

Istilah ecotourism atau kini semakin nyaring ada di telinga masyarakat. Sebut saja Costa Rica, Norwegia, dan Brazil. Negara-negara hal yang demikian merupakan sedikit diantara negara di dunia yang gencar mempromosikan ekowisata sebagai daya tarik lebih-lebih bagi para turis.

Pemerintah juga mulai menggalakkan program ekowisata sebagai destinasi tujuan pelancong ada di Indonesia. Lalu, apakah sebenarnya ekowisata itu?

Eko Wisata
Eko Wisata

Ekowisata merupakan salah satu aktivitas pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan segi konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta segi pembelajaran dan pendidikan.

Ekowisata sebetulnya adalah kependekan berasal dari kata “wisata ekologi”. Namun kata “ekowisata” lebih dikenal di Indonesia dikarenakan sejak th. 1996, kata selanjutnya lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat umum, supaya lebih mempercepat sosialisasi berasal dari rancangan itu. Ekowisata adalah terjemahan berasal dari rancangan ecoturism yang merupakan kependekan dari ecological tourism.

The International Ecotourism Society (TIES) terhadap awal th. 1990 mengartikan ekowisata sebagai selanjutnya “perjalanan yang bertanggung jawab ke tempat – daerah alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat”.

Ekowisata
Ekowisata

Ketika melakukan perjalanan ekowisata, wisatawan mendambakan menikmati paket – paket kegiatan dan pelayanan yang mencerminkan prinsip – komitmen ekowisata. Indecon mengembangkan 3(tiga) prinsip paket dan layanan yang kudu di kembangkan di salah satu project pengembangan ekowisata berbasis penduduk di flores, yaitu :

  • Ramah Lingkungan ; kesibukan dan jasa yang diterima wisatawan dirancang untuk meminimilisasi pengaruh negatif pada lingkungan dan berkontribusi terhadap upaya pelestarian alam dan budaya.
  • Pro Masyarakat; kesibukan dan jasa yang di menerima wisatawan dirancang untuk berkontribusi pada usaha meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat dan memperkuat budaya lokal.
  • Ramah Wisatawan; kegiatan dan jasa yang diterima oleh wisatawan dirancang untuk beri tambahan pengalaman yang menarik dan mengasyikkan bagi wisatawan, sekaligus menaikkan rasa hormat wisatawan terhadap budaya lokal.

Singkatnya, ekowisata merupakan type wisata yang bertanggungjawab terhadap alam serta memberi kontribusi pada masyarakat sekitar. Peran penduduk didalam membangun dan mengelola ekowisata ini turut beri tambahan andil yang besar pada nilai jual pariwisata Indonesia. Keterlibatan penduduk ini bukan berarti bahwa masyarakat harus melulu menggerakkan usaha ekowisata sendiri, melainkan juga berbarengan dengan beragam pihak terkait.

Minim pengelolaan

Paket Eko Wisata

Tentu saja untuk menopang pengembangan ekowisata ini, dibutuhkan terhitung layanan dan sarana yang memadai. Menurut Vengesayi di dalam publikasinya ‘A conceptual style of tourism destination competitivenes and attractiveness’, ketersediaan layanan termasuk memengaruhi ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata.

Sayangnya, keindahan pariwisata Indonesia ini kerap kali tak dapat dukungan bersama sarana prasarana yang memadai. Luasnya wilayah Indonesia menyebabkan akses terhadap transportasi menjadi sedikit terbatas. Selain itu, fasilitas bersifat akomodasi terhitung belum maksimal di penjuru Indonesia.

Eko Wisata
Eko Wisata

Unsur keamanan, ketersediaan air bersih, ketersediaan transportasi dan juga jarak bersama destinasi wisata lainnya jadi pertimbangan utama para wisatawan untuk datang ke sebuah tempat wisata. Pengelolaan destinasi wisata Indonesia pun tak cuma menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan termasuk jadi tanggungjawab pengelola destinasi setempat, terhitung penduduk dan para wisatawan yang datang.

Potensi untuk kembangkan pariwisata berkelanjutan

Ekowisata
Ekowisata

Indonesia telah dikenal dengan beragam panorama yang menggoda untuk dikunjungi. Beragam destinasi wisata alam Indonesia menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini pastinya menjadi potensi yang begitu besar bagi perkembangan pariwisata Indonesia.

Konsep ekowisata ini diperkirakan akan tetap mengalami pertumbuhan. Terlebih bersama dengan maraknya isu – isu iklim yang belakangan tambah marak diperbincangkan. Dengan rancangan konservasi, wisatawan sanggup merasakan eksotisme alam yang tetap natural, bersama bersama dengan itu termasuk turut andil didalam merawat keseimbangan alam. Sebut saja lebih dari satu dari percontohan rancangan ekowisata yang ada, seperti padang savana Taman Nasional Alas Purwo, kehidupan naga purba di Pulau Komodo, dan juga kehidupan badak cula satu yang ada di Ujung Kulon.

Bantu dukung perekonomian negara

Paket Ekowisata

Ekowisata menjadi keliru satu sektor penting dalalm perkembangan pariwisata di Indonesia. Pengelolaan sektor wisata yang baik dapat menopang pertumbuhan beberapa sektor krusial untuk pembangunan Indonesia, keliru satunya yakni sektor ekonomi.

Dibukanya destinasi ekowisata di Indonesia, dapat tambah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Hal ini bakal berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi warga setempat. Dengan meningkatnya perkembangan ekonomi masyarakat, taraf hidup masyarakat pun dikehendaki turut mengalami peningkatan.

Konsep pariwisata berbasis konservasi ini termasuk telah diterapkan di lebih dari satu daeah di Indonesia, salah satunya yaitu ekowisata yang ada di Kalimantan.

Perlu perlindungan masyarakat

Eko Wisata
Eko Wisata

Dukungan penduduk terhadap ada ekowisata ini tak hanya ditunjukkan bersama dengan dukungan pengelolaan yang ada. Masyarakat termasuk dapat menunjang bersama turut mempopulerkan destinasi wisata berbasis konservasi ini kepada dunia.

Ironisnya, potensi ekowisata ini masih belum disadari oleh masyarakat. Hal ini senada bersama dengan apa yang diungkapkan Professor Bismarck kepada CNN Indonesia, kurangnya minat kunjungan wisatawan domestik mengunjungi wilayah ekowisata dalam negeri, kesadaran bakal berwisata serasi bersama alam masih menjadi kebutuhan di kala senggang. Dengan adanya teknologi yang tambah maju, diinginkan masyarakat terasa tahu bakal potensi ada destinasi ekowisata di Indonesia.

Ada banyak potensi wisata di Indonesia yang mampu ditawarkan ke wisatawan mancanegara. Salah satunya lewat ekowisata yang belakangan ini sedang tren.

Untuk mengenalkan berbagai ekowisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak sejumlah tour operator didalam dan luar negeri ke sejumlah kawasan konservasi di Jawa Timur. Kegiatan ‘Forum Tour Operator’ ini dijalankan pada 8-13 November 2019. Tujuannya untuk mengembangkan paket perjalanan ekowisata yang menyasar high-end tourist.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, hampir semua tempat di Tanah Air mempunyai potensi wisata alam yang luar biasa.

“Kita mencoba mengangkat seluruh potensi yang ada. Untuk itu, kita memperkuat jejaring antar tour operator ekowisata nasional dan internasional agar berbarengan mengemas paket wisata yang menarik buat pasar masing-masing negara,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani, di Jakarta, belum lama ini.

Giri mengatakan, ekowisata adalah benchmark yang paling bagus di dalam menerapkan konsep Sustainable Tourism Development (STD) sekaligus menyasar high-end tourist.

Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak mirip bersama dengan mass tourism yang cuma mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas.

“Prinsipnya tidak boleh menyebabkan kerusakan alam dan memegang teguh prinsip konservasi, karena pariwisata tak lepas berasal dari usaha pelestarian,” kata Giri.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan (PWAB) Kemenparekraf, Alexander Reyaan menjelaskan, tersedia banyak contoh konservasi yang mempunyai dampak positif dalam jangka panjang baik bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat sekitar.

“Kemenparekraf mengembangkan ke dua konsep itu. Keduanya saling melengkapi, saling mendukung. Kita perlu punyai destinasi dengan obyek mass tourism, namun kita termasuk konsisten mengembangkan atraksi untuk menyasar high-end tourist,” katanya.

Salah satu peserta familiarization trip (fam trip) dari Singapura, Faizal Syed Mohamed mengaku terlampau menyukai program ekowisata yang baru pertama kali ditawarkan Kemenparekraf. Dia mengatakan, program ini amat sesuai dengan pasar yang tersedia di negaranya.

“Yang lebih menyenangkan kembali adalah, kita mampu lihat dan melaksanakan aksi segera seperti menanam pohon Mangrove. Ini pengalaman unik dan berlainan yang bakal kita pasarkan kepada para traveler,” ujar Faizal Syed Mohamed.

Eko Wisata
Eko Wisata

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut berasal dari kerja sama antara Kemenparekraf bersama dengan Ecotourism Network (INDECON) dan East Java Ecotourism Forum (EJEF) dalam menginisiasi pengembangan klaster destinasi ekowisata di wilayah Jawa Timur dan Bali Barat.

Dari total 18 peserta yang berpartisipasi, enam di antaranya merupakan tour operator dari Malaysia, Singapura dan Thailand, selagi sisanya berasal berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Jakarta.

Mereka terhitung dikenalkan bersama pola perjalanan baru di lokasi Jawa Timur dan Bali Barat yang menghubungkan enam kawasan konservasi yaitu Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, TN Meru Betiri, TN Alas Purwo, TN Baluran, TN Bali Barat, dan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments